Di akhir semester I dan di awal semester II tahun 2015 ini ada 3 (tiga) sekolah yang menempatkan siswanya untuk melaksanakan prakerin. Ketiga sekolah terdebut adalah SMSR Yogyakarya, SMK 6 Pontianak, dan SMK 14 Bandung.
Seperti program yang telah dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya, mereka akan belajar dan bekerja untuk memproduksi benda-benda keramik. Produk yang dibuat akan menerapkan kompetensi kriya keramik yang telah dipelajari di sekolah yaitu teknik handbuiding, teknik putar, dan teknik cetak. Sedangkan pengayaan materi kompetensi -seperti dekorasi keramik, pembakakaran, dan pengglasiran- akan dipelajari selama mereka melaksanakan prakerin di studio keramik.
[studiokeramik Media] : StudioKeramik TV | StudioKeramik.org| Studio Keramik Channel | Studio Keramik Publishing (Penerbitan Buku)
[Social Networks]: Facebook Fan Page| Follow on Twitter | +1 on Google+
_________________________________________________________
Tuesday, September 1, 2015
Pengembangan Formula Badan Keramik stoneware dengan Metode Line Blend

Oleh: Wahyu Gatot Budiyanto
Metode line blend merupakan metode tes praktis untuk menentukan persyaratan tanah liat yang dilakukan dengan mencampur dua jenis tanah liat sejenis. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pengembangan badan keramik stoneware metode line blend pembakaran cone 5 (1196 C) dengan campuran dua bahan tanah liat Bojonegoro dan abu vulkanik Gunung Kelud. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah eksperimen yang dilakukan dengan pengujian plastisitas, penyusutan, vitrifikasi, dan porositas pada pembakaran cone 5 (1196 C). Instrumen dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan obervasi (pengamatan) dan dokumentasi hasil pengujian, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula badan keramik stoneware dengan metode line blend pembakaran cone 5 (1196 C) yang memenuhi persyaratan adalah formula BN-4 yaitu campuran tanah liat Bojonegoro 60% dan abu vulkanik Gunung Kelud 40%.
Selanjutnya bia didownload di sini.
Monday, April 20, 2015
Soal LKS Kriya Keramik 2015
Buatlah produk kriya keramik sesuai gambar kerja, dengan ketentuan sebagai berikut
Bahan : tanah liat stoneware
Ukuran : Panjang atas : 25 cm; Panjang bawah: 6 cm; Lebar : 11 cm ; Tinggi: 30 cm (termasuk bibir); tebal lempengan tanah: 0,8 cm (tergantung bilah ketebalan yang tersedia)
Teknik : Lempeng (Slab)
Jumlah : 2 (dua) buah; ukuran sama.
Dekorasi : Krawangan
· Teknik dan motif bebas, (usahakan mengembangkan motif daerah yang ada di Indonesia).
· Cara membuat hiasan harus dbuat/dilakukan ditempat lomba dengan bahan yang hanya disediakan panitia.
· Kedua buah lampu dinding boleh dihiasi dengan motif yang berbeda.
Waktu : 18 jam
Keterangan : Peserta dapat membuat karya lebih dari jumlah karya yang ditentukan dan memilih 2 (dua) karya terbaik untuk diajukan dalam penilaian.
Berikut gambar kerja (yang sudah direvisi):
Tuesday, April 14, 2015

Oleh: M. Fajar Prasudi
Limbah gergaji kayu Sengon banyak ditemukan di setiap penggergajian kayu ([I]sawmill[/I]), khususnya di pulau Jawa. Melimpahnya serbuk gergajian kayu sebagai limbah padat memerlukan penanganan yang tepat agar dapat dimanfaatkan secara optimal, efektif, dan efisien. Upaya ini sejalan dengan konsep pengelolaan limbah 3 R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Tujuan kegiatan ini adalah menguji plastisitas bahan body keramik hasil campuran tanah liat Sukabumi dengan serbuk gergaji kayu Sengon sebagai syarat penting dalam pembuatan keramik.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah eksperimen sederhana dengan cara membuat formula campuran body, kemudian dibuat pilinan sampai sebesar 3,2 mm. Apabila body tersebut berhasil dibuat menjadi pilinan sebesar 3,2 mm maka body tersebut termasuk body yang plastis, sebaliknya bila tidak dapat dipilin menjadi ukuran 3,2 mm maka body tersebut bukan merupakan body yang plastis.
Hasil penelitian menunjukkan pemakaian serbuk gergaji kayu Sengon di atas 10% dapat mengurangi plastisitas, pemakaian campuran serbuk gergaji kayu Sengon diatas 10% akan cukup menyulitkan secara teknis dalam proses pembentukan tangan dan pembentukan teknik putar. Untuk itu disarankan menggunakan teknik cetak khususnya alat press untuk membentuknya.
Selengkapnya kklik disini
Glasir
Glasir adalah lapisan kaca tipis yang telah melebur pada permukaan benda keramik, dalam istilah sederhana, glasir terdiri dari tiga bagian, yaitu: 1)silika (SiO2), 2) fluks, 3) Alumina (Al2O3).
Oleh. Wahyu Gatot BudiyantoSilika ditambahkan dalam bentuk murni atau sebagai bagian dari bahan lain seperti [I]ball clay[/I] atau kaolin yang mengandung silika dan alumina. Kaolin atau disebut juga tanah liat cina memiliki komposisi kimia Al2O3.2SiO2.2H2O. Alumina jarang sekali ditambahkan dalam bentuk oksidanya tetapi sebagai komponen bahan. [I]Fluks[/I] dalam bentuk oksida atau karbonat ditambah oksida logam yang memberi warna pada glasir dan sekelompok [I]fluks[/I] yang mengandung sedikit oksida merupakan sejumlah komponen untuk membuat glasir.
Ketiga komponen glasir, yaitu silika, alumina dan fluks, untuk membuat glasir yang jernih maka ketiga komponen tersebut harus seimbang, dengan perbandingan fluks yang benar untuk mencairkan silika dan alumina. Eutectic adalah titik lebur yang paling rendah dari dua bahan atau lebih jika dilebur bersama.
Selanjutnya klik disini.
Subscribe to:
Posts (Atom)


