[studiokeramik Media] : StudioKeramik TV | StudioKeramik.org| Koran Studio Keramik | Studio Keramik Channel | Studio Keramik Publishing (Penerbitan Buku)

[Social Networks]: Facebook Fan Page| Follow on Twitter | +1 on Google+
_________________________________________________________

Wednesday, May 15, 2013

Mengapa Glasir Dapat Mengkilap?


Sering timbul pertanyaaan kenapa glasir yang melapisi keramik bias mengkilap, padahal bahan-bahanya berasal dari tanah juga. Glasir dapat mengkilap disebabkan oleh pembakaran yang sangat tinggi. Semua bahan yang ada dialam ini mempunyai titik lebur pada suhu tertentu. Sebagai contoh dalam keseharian kita adalah apabila kita memegang es batu pada telapak tangan kita maka sedikit demi sedikit es situ akan mencair/meleleh. Apabila suhu es mencair itu kita ukur dengan thermometer maka akan kita dapati bahwa es akan meleleh menjadi air pada suhu 0 C. Lebih tinggi dari suhu 0 C es akan berujud cairan yang kita kenal sebagai air, sedangkan pada suhu dibawah 0 C air akan berujud menjadi padatan yang sangat keras yang kita saksikan sebagai es batu.
Demikian juga dengan bahan-bahan keramik. Pada kondisi biasa bahan-bahan itu berujud sebgai material-material padat yang mungkin sangat keras. Karena cukup keras, bahkan bahan-bahan itu memerlukan sebuah ballmill untuk menggilingnya. Sebagai suatu material, bahan-bahan tersebut juga memiliki titik lebur tertentu. Karena merupakan materi tanah maka titik lebur bahan-bahan kramik sangatlah tinggi. Sebagai contoh suatu glasir A akan melebur pada suhu 1200C. Dengan demikian pada suhu 1200 itu glasir akan meleleh dan lelehannya itu akan menutup badan keramik. Lelehan yang terjadi biasanya akan berupa lelehan bening/transparan dan mengkilap. Apabila pada glasir itu ditabahkan bahan-bahan lain maka efek yang mungkin timbul adalah efek menutup (opaque) atau efek buram/matt. Efek ini sebenarnya merupakan sebuah upaya menghambat terjadinya lelehan yang sempurna. Hal ini akan kita bahas pada bagian selanjutnya.
bahan glasir

Proses peleburan glasir.
Proses pembakaran glasir yang menyebabkan peleburan glasir tidaklah terlalu berbeda dengan proses pembakaran badan keramik itu sendiri. Dalam sebuah analisis menggunakan metode Differntial Thermal Analisys terlihat bahwa bahan-bahan keramik akan mengalami beberapa tahapan penting yaitu penghilangan air dan unsur-unsur organis, inverse kuarsa, pembentukan mineral-mineral sintesis dan pada akhirnya terjadilah peleburan mineral-mineral yang merupakan pencapaian titik kematangan. Leburan material tersebut akan mengisi pori-pori/ronga-ronga pada badan keramik dan sisanya akan meleleh menyelubungi permukaan badan keramik tersebut. Glasir yang telah matang sempurna akan menghasilkan kilap meyerupai kaca. Hal ini dimungkinkan karena lelehan tersebut didominasi oleh leburan silica yang dalam suhu kamar memang menyerupai kaca.  Leburan itu dengan sempurna menutup permukaan bdan keramik dan menimbulkan efek kilap dan transparan. Kesan transparent ini muncul karena campuran glasir tersebut berada dalam kondisi seimbang. Dalam ilmu glasir keseimbangan akan mengakibatkan transparansi sedangkan ketidaksimbangan mengakibatkan keburaman/matt.

No comments:

Post a Comment