[studiokeramik Media] : StudioKeramik TV | StudioKeramik.org| Koran Studio Keramik | Studio Keramik Channel | Studio Keramik Publishing (Penerbitan Buku)

[Social Networks]: Facebook Fan Page| Follow on Twitter | +1 on Google+
_________________________________________________________

Sunday, May 21, 2017

Diklat Keahlian Ganda Program Studi Kriya Keramik

PPPPTK Seni dan Budaya, kembali melaksanakan diklat kriya keramik bagi guru yang dilaksanakan di Studio Keramik. Diklat ini berbeda dengan diklat-diklat yang lalu, karena diklat ini merupakan diklat dengan durasi yang panjang yaitu 1 (satu) tahun. Karena panjangnya durasi diklat maka pola yang digunakan adalah ON1-IN1-ON2-IN2.
ON 1 dimulai pada Desember 2016-Februari 2017
IN 1 dimulai 18 Maret 2017- 18 Mei 2017.
ON 2 dimulai Juni 2017-Agustus 2017
IN 1 direncanakan pada September 2017

Diklat keahlian ganda adalah diklat yang memberi kesempatan bagi guru-guru normatif adaptif SMK untuk belajar kompetensi produktif -khususnya kriya keramik- dan kemudian menjadi guru produktif. Secara nasional Indonesia kekurangan 92 ribu guru produktif baik negeri maupun swasta. Salah satu skema untuk memenuhi kekurangan itu adalah Diklat Keahlian Ganda, dimana tahun ini diharapkan menghasilkan 15 ribu guru yang memiliki kompetensi produktif baru.

Yang baru saja dilakukan pada bulan-bulan ini adalah Kegiatan Diklat In Service 1 (IN 1). Kegiatan ini berlangsung pada Maret 2017 dan baru saja ditutup pada hari Rabu, 17 Mei 2017.
Pada prodi Kriya Keramik, ada 12 peserta yang mengikuti kegiatan IN 1 ini. Kegiatan seluruhnya dipusatkan di PPPPTK Seni dan budaya selama 2 bulan.

Materi yang disampaikan pada kegiatan IN 1 ini adalah 4 modul guru pembelajar, yaitu modul E, F, G, dan H. Modul E berisi tentang Pengetahuan Tanah Liat, Modul F tentang Handbuilding, Modul G tentang Pembentukan Teknik Putar Centering, dan Modul H berisi materi Pembentukan Teknik Cetak. Masing-masing modul juga mempelajari materi pedagogis.

Peserta pada kegiatan ini berasal dari Yogyakarta, Klaten, Malang, Samarinda, Tenggarong, dan Bali.
Berikut adalah rekaman aktivitas dan karya peserta.


Monday, December 19, 2016

Mengisi Liburan dengan Bermain Tanah Liat

Musim liburan telah tiba. Di akhir tahun 2016 ini jumlah hari libur untuk anak sekolah cukup panjang, yaitu sekitar 2 minggu. Berlibur dan berwisata, saat ini sudah menjadi kebutuhan orang bekerja. Setelah bekerja dengan load pekerjaan yang tinggi, akhir tahun merupakan saat yang tepat mengambil cuti. Disamping merefresh diri sendiri, kesempatan cuti ini sangat berguna untuk membangun kedekatan dengan keluarga terutama anak-anak yang memang sedang menjalani liburan sekolah.
Banyak tempat wisata didalam kota maupun luar kota yang menjadi langganan destinasi berlibur. Yogyakarta merupakan salah satu kota tujuan wisata utama di Indonesia. Sehingga biasanya pada akhir tahun, keadaan Yogyakarta sangat ramai oleh para wisatawan.
Disamping berwisata secara mainstream, ada juga orang tua yang mengajak keluarga berwisata sambil belajar. Entah itu berkunjung di agrowisata, museum, atau belajar kerajinan.
Meskipun bukan tujuan wisata utama, ada beberapa orang tua yang mengajak putra-putri mereka mengenal bagaimana membuat keramik di Studio Keramik PPPPTK Seni dan Budaya. Disini mereka mengenal sifat tanah liat dan mengalami bagaimana membuat keramik-keramik yang sering mereka lihat atau gunakan.
Apresiasi terhadap benda keramik dan penghargaan kepada para perajin merupakan tujuan utama putra-putri mereka mengenal kerajinan keramik.

Beberapa tempat mengenalkan keramik di Jogja: Studio Keramik PPPPTK Seni dan Budaya, Sentra Keramik Kasongan, Sentra Keramik Pundong.
  


Tuesday, September 1, 2015

Kegiatan Prakerin di semester II tahun 2015

Di akhir semester I dan di awal semester II tahun 2015 ini ada 3 (tiga) sekolah yang menempatkan siswanya untuk melaksanakan prakerin. Ketiga sekolah terdebut adalah SMSR Yogyakarya, SMK 6 Pontianak, dan SMK 14 Bandung.
Seperti program yang telah dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya, mereka akan belajar dan bekerja untuk memproduksi benda-benda keramik. Produk yang dibuat akan menerapkan kompetensi kriya keramik yang telah dipelajari di sekolah yaitu teknik handbuiding, teknik putar, dan teknik cetak. Sedangkan pengayaan materi kompetensi -seperti dekorasi keramik, pembakakaran, dan pengglasiran- akan dipelajari selama mereka melaksanakan prakerin di studio keramik.

Pengembangan Formula Badan Keramik stoneware dengan Metode Line Blend

tanah-liat-bojonegoro
Oleh: Wahyu Gatot Budiyanto

Metode line blend merupakan metode tes praktis untuk menentukan persyaratan tanah liat yang dilakukan dengan mencampur dua jenis tanah liat sejenis. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pengembangan badan keramik stoneware metode line blend pembakaran cone 5 (1196 C) dengan campuran dua bahan  tanah liat Bojonegoro dan abu vulkanik Gunung Kelud. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah eksperimen yang dilakukan dengan pengujian plastisitas, penyusutan, vitrifikasi, dan porositas pada pembakaran cone 5 (1196 C). Instrumen dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan obervasi (pengamatan) dan dokumentasi hasil pengujian, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula badan keramik stoneware dengan metode line blend pembakaran cone 5 (1196 C) yang memenuhi persyaratan adalah formula BN-4 yaitu campuran tanah liat Bojonegoro 60% dan abu vulkanik Gunung Kelud 40%.

Selanjutnya bia didownload di sini.

Monday, April 20, 2015

Soal LKS Kriya Keramik 2015


Buatlah produk kriya keramik sesuai gambar kerja, dengan ketentuan sebagai berikut

Bahan : tanah liat stoneware

Ukuran : Panjang atas : 25 cm; Panjang bawah: 6 cm; Lebar : 11 cm ; Tinggi: 30 cm (termasuk bibir); tebal lempengan tanah: 0,8 cm (tergantung bilah ketebalan yang tersedia)


Teknik : Lempeng (Slab)

Jumlah : 2 (dua) buah; ukuran sama.

Dekorasi : Krawangan

· Teknik dan motif bebas, (usahakan mengembangkan motif daerah yang ada di Indonesia).

· Cara membuat hiasan harus dbuat/dilakukan ditempat lomba dengan bahan yang hanya disediakan panitia.

· Kedua buah lampu dinding boleh dihiasi dengan motif yang berbeda.

Waktu : 18 jam

Keterangan : Peserta dapat membuat karya lebih dari jumlah karya yang ditentukan dan memilih 2 (dua) karya terbaik untuk diajukan dalam penilaian.


Berikut gambar kerja (yang sudah direvisi):