| www.studiokeramik.org | mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1431 H. Mohon maaf lahir batin.

Tanggal 5 Agustus 2010 lalu, dengan difasilitasi oleh mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Yogyakarta, siswa-siswi SD/SLB Luar Biasa Karnnamanohara mengadakan kunjungan dan kursus singkat keramik untuk memperkenalkan keramik bagi anak-anak luar biasa tersebut.
Dalam waktu 2 jam, anak-anak dibimbing untuk merasakan lembutnya tanah liat dan diarahkan membuat produk-produk keramik sederhana sesuai keinginannya. Selain itu anak-anak juga diberi kesempatan merasakan bagaimana membuat keramik dengan mesin putar. Dalam waktu 2 jam tersebut banyak produk yang dihasilkan dan mereka terliahat antusias dan gembira.

Beberapa hasil karya diklat 
Salah satu karya yang belum dibakar Suasana Praktek pembentukan keramik dengan teknik putar Suasana praktek teknik handbuilding Diklat produktif 2010 diselenggarakan tanggal 19 Juli - 6 Agustus 2010. Diklat ini dilaksanakan bertepatan dengan Festival Seni Internasional (FSI) 2010. Sehingga akhir diklat diselaraskan dengan pameran FSI 2010.
Peserta diklat kali ini yang dipilih adalah guru yang memiliki level kompetensi kompetensi tinggi, karena beban diklat kali ini cukup berat dimana peserta harus membuat karya keramik yang layak dipamerkan dalam ajang internasional dalam waktu 4 hari pembentukan.
Materi diklat yang diberikan pun berbeda dengan diklat tahun lalu, dimana materinya berfokus pada seluk beluk pameran yaitu managemen desain, desain produk, kuratorial, dan evaluasi karya oleh praktisi seni/akademisi.

Peserta prakerin SMK 6 Pontianak (Kalimantan Barat) Peserta prakerin dari SMK 2 Tenggarong (Kutai, Kaltim) Ada tiga sekolah yang memprakerinkan siswanya pada semester ke-2 tahun ini yaitu SMK 2 Tenggarong (Kaltim), SMK 6 Pontianak (KalBar), dan SMK 2 Jepara. Rata-rata sekolah memprogramkan 2 bulan untuk pelaksanaan prakerin.
Seperti biasanya para siswa akan bekerja di unit produksi dan belajar memperdalam semua keteknikan keramik. Diharapkan siswa-siswa ini akan memperdalam desain dan keteknikan dalam pembuatan keramik.

Ini adalah fenomena menggembirakan yang terjadi di jurusan kriya keramik SMK 1 Kalasan. SMK 1 Kalasan terletak di kabupaten Sleman, tidak jauh dari candi Prambanan.
Pada masa akhir tahun pelajaran 2009/2010 siswa-siswa kelas XII melaksanakan UN. Pun demikian siswa-siswa jurusan kriya keramik sekolah ini. Dalam kunjungannya ketika menarik siswa prakerin di Studio Keramik, salah satu guru keramik, Bp. Paryanto, S.Pd mengungkapkan ada 16 siswa dari 28 siswa yang sudah diterima kerja oleh perusahaan keramik di Jawa Barat sebelum pengumuman UN. Dan seminggu sesudah pengumuman ada rekrutmen 8 siswa lagi yang akan diterima. Dan pada hari-hari selanjutnya akan ada rekrutmen lagi dari perusahaan-perusahaan, khususnya industri keramik.
Fenomena ini sangat menggembirakan ditengah image program studi keramik yang belum menggembirakan. Ternyata industri-industri mempercayakan karyawan level menengahnya kepada lulusan kriya keramik, terutama SMK 1 Kalasan. Dengan adanya realitas ini, untuk siswa-siswa yang memilih target bekerja setelah lulus sekolah, kiranya sangat tepat untuk memilih SMK khususnya jurusan keramik.

Pada akhir april sampai 12 Mei 2010 ini, diselenggarakan diklat vokasi untuk guru-guru SMA yang mengampu mata pelajaran seni budaya dan keterampilan. Diklat ini merupakan program Kemendiknas untuk membekali dan meningkatkan kompotensi guru-guru tersebut dalam materi-materi seni budaya dan keterampilan khususnya apresiasi dan ekpresi diri melalui produk dengan media kayu, keramik, tekstil, kulit, dan logam. Selain materi-materi tersebut diberikan juga materi KTSP, simulasi belajar, studi banding, dan diakhiri dengan pameran dan evaluasi. Program ini berdurasi 100 jam dan diikuti oleh 30 guru SMA dari Jawa, Bali dan Lampung.
Tujuan utama diklat ini adalah:
1. Meningkatkan kompetensi guru seni dan budaya khususnya seni rupa terapan (media kayu, keramik, tekstil, kulit dan logam) pada jenjang SMA/MAN
2. Meningkatkan kreativitas dan mengembangkan metodologi dalam pembelajaran seni budaya sesuai dengan tingkat satuan pendidikannya.