[studiokeramik Media] : StudioKeramik TV | StudioKeramik.org| Koran Studio Keramik | Studio Keramik Channel | Studio Keramik Publishing (Penerbitan Buku)

[Social Networks]: Facebook Fan Page| Follow on Twitter | +1 on Google+
_________________________________________________________

Monday, March 12, 2018

Pembelajaran Luar Kelas, Bermain Tanah Liat: PAUD Tunas Melati

PAUD Tunas Melati Tempel mengadakan program pembelajaran luar kelas sekaligus pengenalan lingkungan ke StudioKeramik PPPPTK Seni dan Budaya. Sebanyak 16 siswa beserta para guru dan orang tua bermain dan belajar menggunakan media tanah liat.
Tanah liat dibentuk dengan peralatan yang sederhana, bahkan hanya menggunakan tangan langsung menjadi benda-benda unik dan lucu. Siswa-siswi yang relatif masih kecil, sangat senang dengan kegiatan ini; karena tanah liat memang media yang sesuai untuk melatih motorik halus maupun kasar. Dengan bimbingan siswa-siswa prakerin SMK, anak-anak membuat beberapa bentuk benda seperti mangkuk, piring, figurin ular, kura-kura, bunga dan lain-lain.
Kegiatan berlangsung sekitar 1,5 jam; waktu ini dirasa cukup agar anak-anak tidak merasa jenuh. Hasil karya nantinga akan dikeringkan dan diberi glasir untuk kemudian dibakar pada 1100 C.








Wednesday, February 14, 2018

Bermain Tanah Liat: Eduwisata TK ABA Gendol Tempel

Sebanyak 104 anak dari TK Aisyiah Bustanul Athfal (ABA) Gendol Tempel (Jl Magelang) mengadakan kunjungan sekaligus praktik membuat keramik di StudioKeramik. Sekolah ini memprogramkan pembelajaran luar kelas tiap tahunnya untuk mengenalkan anak didik pada kerajinan-kerajinan yang ada didaerah sekitar. Pemilihan StudioKeramik sebagai destinasi pembelajaran luar kelas ini sudah kali ke-4 ini.
Untuk kegiatan ini, StudioKeramik memberikan kesempatan kepada anak-anak menunjukkan kreativitasnya bermain tanah liat sekaligus menghasilkan produk-produk keramik yang sederhana. Bermain tanah liat yang lembut dapat merangsang perkembangan motorik halus pada anak; karena anak akan belajar memegang, menekan, membentuk tanah liat dengan lembut dan telaten.
Anak-anak nampak riang dan gembira berimajinasi dan mewujudkan benda-benda keramik sederhana seperti mangkuk, kura-kura, ular, dan figurin-figurin lainnya. Selain teknik pembentukan tangan lagsung, anak-anak juga diperkenalkan dengan pembentukan keramik teknik cetak tekan.
Kegiatan ini dipandu oleh staf StudioKeramik dan dibantu siswa-siswi SMK yang sedang melaksanakan prakerin di StudioKeramik.



Wednesday, February 7, 2018

Eduwisata TK Mardi Siwi Tempel

TK Mardi Siwi Tempel Sleman mengadakan eduwisata di StudioKeramik. Kegiatan ini mereupakan kegiatan pembelajaran luar kelas yang rutin diadakan setiap tahunnya. Untuk kesekian kalinya pihak sekolah memilih StudioKeramik sebagai destinasi pembelajaran luar kelas. Hal ini sangat sesuai karena bermain tanah liat adalah salah satu sarana aman dan terjangkau dari sisi biaya, tetapi berefek sangat besar untuk menumbuhkan kreativitas pada anak-anak, terlebih anak-anak usia dini/TK. Selain itu, dengan tanah liat anak-anak dilatih beraktivitas yang merangsang kinerja motorik halusnya.
Apa yang dipelajari?
Selain berkunjung dan melihat-lihat sarana dan prasarana studiokeramik, anak-anak dilatih membuat produk-produk sederhana dari tanah liat. Mereka dibebaskan membuat apapun: figurin, mangkuk kecil dll agar anak-anak bebas berekspresi sekaligus enyalurkan imaginasi mereka.
Dengan bimbingan staf StudioKeramik dan siswa-siswa prakerin, anak-anak membuat produk-produk keramik yang nantinya akan dibakar dan dapat dipajang dikelas sebagai karya-karya kreatif anak. Anak-anak nampak riang mengikuti kegiatan bermain tanah liat ini.






Monday, January 29, 2018

Prakerin Siswa SMK Tahun 2018 di StudioKeramik

Di Bulan Januari 2018, ada 3 sekolah yang memprogramkan praktik kerja industri di studiokeramik. Mereka berasal dari SMK 1 Banjarbaru Kalsel, SMK 1 ROTA Bayat Klaten, dan SMK 1 Kalasan Sleman.
Kegiatan ini adalah program rutin yang dijadwalkan oleh sekolah dan merupakan bagian dari kurikulum SMK khususnya paket keahlian Kriya Keramik.
Ada 15 siswa yang mengikuti kegiatan ini, yaitu 4 dari Kalimantan Selatan, 4 dari Klaten, dan 7 dari Sleman. Mereka berbaur untuk bekerja sekaligus belajar memperdalam kompetensi yang telah dipelajari di sekolah.
Selama 3 (tiga) bulan para siswa berlatih bekerja membuat produk-produk keramik dengan berbagai keteknikan. Sebelumnya, pada minggu pertama, siswa dilatih untuk mengolah tanah liat dalam skala yang menengah dari keadaan brokal menjadi massa tanah liat siap pakai.
Sedangkan pada minggu ke-4 ini, para siswa dilatih membuat elemen interior lampu minyak dengan teknik pijit (pinching)




 

 



 



Sunday, May 21, 2017

Diklat Keahlian Ganda Program Studi Kriya Keramik

PPPPTK Seni dan Budaya, kembali melaksanakan diklat kriya keramik bagi guru yang dilaksanakan di Studio Keramik. Diklat ini berbeda dengan diklat-diklat yang lalu, karena diklat ini merupakan diklat dengan durasi yang panjang yaitu 1 (satu) tahun. Karena panjangnya durasi diklat maka pola yang digunakan adalah ON1-IN1-ON2-IN2.
ON 1 dimulai pada Desember 2016-Februari 2017
IN 1 dimulai 18 Maret 2017- 18 Mei 2017.
ON 2 dimulai Juni 2017-Agustus 2017
IN 1 direncanakan pada September 2017

Diklat keahlian ganda adalah diklat yang memberi kesempatan bagi guru-guru normatif adaptif SMK untuk belajar kompetensi produktif -khususnya kriya keramik- dan kemudian menjadi guru produktif. Secara nasional Indonesia kekurangan 92 ribu guru produktif baik negeri maupun swasta. Salah satu skema untuk memenuhi kekurangan itu adalah Diklat Keahlian Ganda, dimana tahun ini diharapkan menghasilkan 15 ribu guru yang memiliki kompetensi produktif baru.

Yang baru saja dilakukan pada bulan-bulan ini adalah Kegiatan Diklat In Service 1 (IN 1). Kegiatan ini berlangsung pada Maret 2017 dan baru saja ditutup pada hari Rabu, 17 Mei 2017.
Pada prodi Kriya Keramik, ada 12 peserta yang mengikuti kegiatan IN 1 ini. Kegiatan seluruhnya dipusatkan di PPPPTK Seni dan budaya selama 2 bulan.

Materi yang disampaikan pada kegiatan IN 1 ini adalah 4 modul guru pembelajar, yaitu modul E, F, G, dan H. Modul E berisi tentang Pengetahuan Tanah Liat, Modul F tentang Handbuilding, Modul G tentang Pembentukan Teknik Putar Centering, dan Modul H berisi materi Pembentukan Teknik Cetak. Masing-masing modul juga mempelajari materi pedagogis.

Peserta pada kegiatan ini berasal dari Yogyakarta, Klaten, Malang, Samarinda, Tenggarong, dan Bali.
Berikut adalah rekaman aktivitas dan karya peserta.