[studiokeramik Media] : StudioKeramik TV | StudioKeramik.org| Koran Studio Keramik | Studio Keramik Channel | Studio Keramik Publishing (Penerbitan Buku)

[Social Networks]: Facebook Fan Page| Follow on Twitter | +1 on Google+
_________________________________________________________

Wednesday, April 16, 2014

Kegiatan Prakerin 2014: Mengglasir

Di akhir kegiatan praktek kerja industri, banyak karya yang telah dihasilkan. Hasil karya itu meliputi produk untuk unit produksi maupun karya-karya pengembangan kreativitas para siswa sendiri.
Mengglasir, bagi sebagian besar siswa merupakan hal baru. Hal ini dikarenakan keterbatasan fasilitas di sekolah yang kurang memungkinkan siswa mengalami atau mempraktekkan tahapan membuat keramik secara utuh. Banyak kendala di sekolah sehingga kegiatan pengglasiran ini tidak dilakukan atau kurang jam praktiknya. Diantaranya adalah bahan glasir yang relatif mahal untuk praktek banyak siswa, ketersediaan peralatan mengglasir yang minim, maupun kendala pada pembakaran glasir. Permasalahan yang serring ditemui pada tungku pembakaran adalah kondisi tungku yang kurang optimal bahkan rusak dan mahalnya bahan bakar terutama gas. Jika ketersediaan anggaran sering tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka siswa pun menjadi kurang dalam pembelajaran praktik.
Dengan kondisi tersebut, maka tepatlah jika prakerin adalah pembelajaran luar sekolah untuk memenuhi kekurangan penguasaan kompetensi di sekolah.
Kembali pada kegiatan mengglasir. Hampir semua teknik pengglsairan dipelajari pada prakerin ini. Karena kendala tungku di tempat praktik yang hanya mampu membakar pada suhu 1100 C, maka karya-karya ini hanya menerapkan glasir-glasir bakaran rendah yang aman. Karya-karya ini juga diaplikasikan engobe untuk menutup badan keramik. Dekorasi dengan stain juga diterapkan, kemudian pada sentuhan akhir di semprot dengan glasir bakaran rendah. 

Tuesday, February 25, 2014

Eduwisata Mengenal Kerajinan Keramik TK ABA Tempel

Dalam rangka pembelajaran luar kelas yang rutin dilaksanakan oleh TK ABA Tempel, pada awal tahun ini TK ABA Tempel Sleman mengadakan kunjungan sekaligus pengalaman belajar ke Studio Keramik PPPPTK Seni dan Budaya. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberi pengenalan kepada anak-anak didik tentang kerajinan keramik. Disamping itu anak-anak juga diperkenalkan bagaimana membuat keramik secara sederhana.
Rombongan tiba di Studio Keramik sekira pukul 8.15 dengan menggunakan bus. Karena anak-anak masih kecil, maka orang tua turut mendampingi putra putri mereka. Sehingga dapat dibayangkan betapa meriahnya suasana Studio Keramik. Sebanyak kurang lebih 60 anak mengikuti kegiatan ini, dan mereka belajar membuat aneka benda sederhana dari tanah liat dengan teknik cetak maupun handbuilding.
Dengan kegiatan ini diharapkan siswa-siswi TK ini memiliki pengalaman belajar membuat keramik sehingga dapat mengapresiasi benda-benda keramik ketika mereka tumbuh dewasa nantinya.

Foto-foto kegiatan:







Monday, February 17, 2014

Abu Vulkanik Untuk Bahan Keramik?

Studio Keramik berada di kawasan Yogyakarta, dimana propinsi ini merupakan salah satu daerah terdampak yang dapat dikatakan cukup parah. Ketebalan abu vukanik yang menutup jalan maupun atap bervariasi mulai 2 cm sampai 4 cm. Sebagai contoh di daerah Kalasan, untuk penggal jalan kampung dengan panjang 11 m dan lebar 4 m diperoleh abu seberat 150-200 kg. Sehingga dapat dibayangkan berapa banyak material vulkanik yang tersebar jauh dari pusat semburan.
Setelah 3 hari libur terkena dampak abu, pada hari Senin 17/02/2014, kantor mulai buka. Betapa terkejutnya kami ketika melihat hamparan padang pasir+debu di kawasan kantor PPPPTK Seni dan Budaya yang sangat tebal. Padahal jarak kantor ini dengan Kediri tak kurang dari 250 KM. Apalagi sampai hari Selasa ini (ketika tulisan ini dibuat) belum ada tanda-tanda hujan akan turun dengan deras.
Kerja bakti membersihkan abu Kelud

Abu menutup taman keramik

Kerja bakti

Kerja bakti


Abu Kelud
Sudah 2 (dua) kali ini Studio Keramik terdamapak abu vulkanik dalam 5 tahun terakhir. Yang pertama tahun 2010 dengan adanya erupsi merapi yang cukup besar. Pada waktu ini abu yang turun cukup tebal menyelimuti kawasan kantor. Tetapi butiran pada waktu itu terasa lebih kasar. Hal ini logis karena kawasan studio keramik hanya berjarak 18 KM dari Merapi, sehingga kawasan ini mendapatkan material yang lebih kasar.
Yang kedua adalah abu vulkanik dari gunung Kelud yang berjarak sekitar 250 KM pada hari Jumat  14.02.2014 kemarin. Ketebalan abu di kawasan Studio Keramik mencapai 3-4 cm. Abu ini berwarna putih keruh dan cukup halus hampir sebanding dengan kehalusan semen.
Abu vulkanik ini mengandung sebagian besar silika. Material silika ini sangat dekat dengan bahan keramik karena material utama keramik adalah silika dan alumina. Dalam badan keramik silika berfungsi sebagai bahan non plastis untuk meningkatkan kekuatan benda mentah, sedangkan dalam glasir, silika berfungsi sebagai pembentuk gelas.
Dapatkah abu vulkanik menjadi bahan pembuat keramik? Beberapa waktu yang lalu, ketika Merapi berupsi, Studio Keramik telah membuat eksperimen kecil untuk mengetahui seberapa besar kemanfaatan abu merapi untuk bahan penambah pada keramik. Dan hasilnya, abu dapat dimanfaatkan untuk campuran badan keramik terutama sangat berperan dalam badan keramik raku. Keramik raku memerlukan badan khusus yang kuat terhadap kejut suhu. Dan abu Merapi cukup baik untuk memberikan peran tersebut.
Kemungkinan abu Kelud juga tidak jauh berberda dengan abu Merapi. Dalam waktu dekat kami akan membuat eksperimen sederhana untuk mengetahui kemanfaatan abu Kelud yang turun pada radius 250 KM dari pusat letusan pada badan keramik dan glasir.

Wednesday, February 12, 2014

Aktivitas Pembuatan Produk Oleh Siswa Prakerin 2014

Jumlah siswa-siswa yang melaksanakan prakerin tahun ini cukup banyak yaitu sekitar 30 orang pada awal tahun 2014 ini. Tugas utama mereka di studio keramik adalah mempelajari dan terlibat langsung dalam proses produksi produk-produk keramik. Karena studio keramik bukanlah murni sebuah industri, maka proses produksi ini tak lepas dari proses pembelajaran itu sendiri. Oleh karena itu siswa mengalami langsung semua keteknikan pembuatan keramik yaitu teknik putar, teknik cetak, dan teknik handbuilding.
Berikut ini beberapa gambar aktivitas siswa dalam membuat produk keramik dengan berbagai keteknikan.


Pembuatan vas dengan dekorasi terawang

Pembuatan vas dengan teknik pilin

Membuat berbagai produk dengan teknik putar


Mengamati finishing sebuah vas


Pembuatan wadah berbentuk kacang dengan teknik cetak tuang

Tuesday, February 11, 2014

Eduwisata SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta

Pada hari Rabu 12 Februari 2014, Studio keramik menerima kunjungan eduwisata dari SD Kanisisus Demangan Baru 1 yang biasa diberi nama minitrip. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin bagi kelas 1 untuk mengenalkan pembelajaran di luar sekolah. Ada 2 (dua) tujuan kegiatan ini yaitu pengenalan batik di Studio Tekstil dan pengenalan keramik di Studio Keramik.
Karena sifatnya pengenalan, maka anak-anak dibiarkan bebas berekspresi merapsakan lembutnya tanah liat dengan bimbingan dari studio keramik. Mereka berekspresi membuat kura-kura, ikan, bentuk daun, donat, dan lain-lain. Metode yang diperkenalkan adalah teknik pembentukan tangan langsung (teknik pijit) dan teknik cetak tekan menggunakan cetakan gips.
Anak-anak nampak antusias mengalami sendiri bagaimana bermain-main dengan tanah liat yang akhirnya membentuk sebuah benda. Kegiatan berlangsung selama 2 jam.