[studiokeramik Media] : StudioKeramik TV | StudioKeramik.org| Koran Studio Keramik | Studio Keramik Channel | Studio Keramik Publishing (Penerbitan Buku)

[Social Networks]: Facebook Fan Page| Follow on Twitter | +1 on Google+
_________________________________________________________

Tuesday, April 5, 2011

Jenis-Jenis Glasir

Jenis-jenis glasir dapat dikelompokkan:

1. Menurut cara pembuatannya:

a. Glasir Frit

Adalah glasir yang sebelum digunakan, dilakukan proses peleburan pada bahan dasarnya menjadi suatu massa gelas yang tidak larut dalam air. Ini dilakukan pada bahan-bahan glasir yang mudah larut seperti: sodium, potassium dan borax.

b. Glasir Non Frit/mentah

Glasir yang dibuat dari material keramik terolah atau tanah tanpa melalui proses peleburan. Bahan-bahan untuk glasir jenis ini tidak larut dalam air. Bahan-bahan glasir cukup digiling dan dicampur air lalu diaplikasikan pada benda keramik.

c. Glasir Campuran

Adalah jenis glasir yang dibuat dari bahan mentah dan bahan glasir yang sudah difrit.

2. Menurut temperatur pembakaran:

a. Glasir Bakaran Rendah

Jenis glasir bakaran rendah pada umumnya dibakar diantara cone 016 - cone 02 (7920 C - 11200 C), jenis glasir ini akan menghasilkan glasir yang halus dan mengkilkap dengan ciri khas selalu berwarna terang dan mengkilap.

Glasir bakaran rendah dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan bahan flux yang dipergunakan , yaitu :

Flux glasir alkalin : Borax, Colemanite, dan Soda ash

Flux glasir timbal : Lead Carbonate/White lead dan Red lead

b. Glasir Bakaran Menengah

Glasir yang matang antara cone 02-6. Glasir jenis ini mengandung fluks untuk bakaran rendah dan juga fluks untuk bakaran tinggi. Secara umum glasir jenis ini memadukan sifat-sifat glasir bakaran rendah (halus, glossy, cerah) dengan sifat-sifat glasir bakaran tinggi yang tahan panas.

c. Glasir Bakaran Tinggi

Glasir yang matang pada suhu 1230-13700C (cone 6-14). Fluks yang digunakan antara lain kalsium karbonat yang mempunyai titik lebur 8160C. Karena feldspar adalah bahan utama pada glasir bakaran tinggi ini maka maka glasirnya disebut feldspathic glaze (glasir feldspatik). Glasir jenis ini bersifat matt, halus (tetapi tidak menampakkan sifat kilap seperti pada glasir bakaran rendah) ,sangat keras (tidak bisa digores dengan logam), tahan terhadap asam.

3. Menurut bahan yang digunakan

a. Glasir Timbal (lead-glaze)

Adalah glasir yang didalam komposisi bahannya masih menggunakan timbal. Glasir jenis ini tidak boleh digunakan untuk benda-benda fungsi karena beracun.

b. Glasir Non Timbal (leadless-glaze)

Adalah glasir yang didalam komposisi bahannya tidak menggunakan timbal. Jika fluxing agent-nya (bahan pelebur) berupa senyawa-senyawa alkali seperti Na dan K maka glasirnya disebut glasir alkali. Pada suhu tinggi fluxing agent-nya berupa material feldspar maka dinamakan glasir felspatik.

4. Menurut kondisi pembakaran:

a. Oksidasi

Glasir dibakar pada kondisi pembakaran dimana oksigen (udara) yang dibutuhkan cukup terpenuhi.

b. Reduksi

Glasir dibakar pada kondisi pembakaran dengan oksigen (udara) terbatas.

5. Menurut sifat setelah pembakaran:

a. Transparan

Grasir yang dihasilkan bening tembus cahaya sehingga warna badannya dapat terlihat.

b. Opaque/menutup

Untuk menutup warna badan benda setelah baker biskuit dipakai glasir penutup/tidak transparan. Bahan yang sering dipakai untuk membuat glasir opaq yaitu SnO2, TiO2, ZrO2 dan CdO2.

1 comment: